Annapurna Conservation Area pt. 2

“Conservation is a state of harmony between men and land. He who plants a tree, plants a hope.”

Untuk mengenali budaya di Kawasan Annapurna, travelers dapat menelusuri pengetahuan tentang kelompok etnisnya yang beragam. Di bagian selatan, etnis yang mendominasi adalah Gurung dan Magar; sedangkan Thakali, Manange dan Loba di utara. Mereka berbicara dengan dialek dan budaya berbeda dan tradisi yang unik. Selain itu ada pula Brahmana, Chhetri dan etnis lainnya meski dalam jumlah yang relatif lebih sedikit. Agama Hindu dan Buddha merupakan keragaman dari masyarakat di wilayah ini. Penduduk lokal tinggal di 5 distrik yang tersebar di 57 Komite Pembangunan Desa yang dibentuk oleh ACA.

Bentang alam dan budayanya menjadikan Annapurna salah satu tujuan trekking paling populer di negara ini. Magnet keindahan Annapurna menarik lebih dari 60 persen total trekker di Nepal. Pengembangan ACA dilakukan dengan pendekatan konservasi dan pengembangan terpadu berbasis masyarakat melalui konsep “Kawasan Konservasi” (Conservation Area) dengan “Program Konservasi Terintegrasi” (Integrated Conservation and Development Programme) di Nepal. Proyek percontohan pertama ACA untuk program pengembangan ekowisata di Nepal dilakukan pertama kali di Desa Ghandruk dalam program Ghandruk Village Development Committee pada tahun 1986.

Untuk pengelolaan ACA secara lebih efektif, kawasan telah dibagi menjadi 7 unit pusat konservasi : Jomsom, Manang dan Lo-Manthang di wilayah trans-Himalaya dan Bhujung, Sikles, Ghandruk, dan Lwang di sisi selatan barisan Annapurna.

Fokus Jomsom, Manang dan Ghandruk, yang merupakan salah satu tujuan wisata yang paling populer adalah pengelolaan pariwisata terpadu dan kegiatan pembangunan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Prioritas program untuk Bhujung, Sikles dan Lwang adalah pengentasan kemiskinan dan pembangunan pertanian terpadu dan agroforestri. Fokus di Upper Mustang tempat kerajaan Mustang yang berlokasi dekat kawasan Jomsom telah mengelola wisata berkelanjutan dan mempromosikan konservasi warisan budaya dan sejarah yang menjadi daya tarik wisata utama. Pendidikan konservasi dan program pengembangan yang dilakukan di seluruh wilayah konservasi Annapurna merupakan tulang punggung upaya ACAP.

12357291_478495982335131_1848445630_n

Selama bertahun-tahun, pariwisata telah ditetapkan sebagai salah satu sektor ekonomi lokal yang terpenting. Terdapat lebih dari 1.000 pondok, teashops, dan badan pariwisata yang mendampingi perjalaan travelers serta peziarah situs dan kuil dari seluruh dunia di Nepal. Dengan menjalankan reponsible tourism dan kesadaran terhadap ekoturisme, travelers telah berkontribusi terhadap penjagaan lingkungan dimanapun travelers berada. So, thank you, travel wisely, and empower local people…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s