Meet the people of Nepal

Letakkan kedua tangan di depan dadamu dan katakanlah Namaste untuk melihat orang-orang Nepal mengembalikan gerakan tersebut dengan senyuman indahnya. Mungkin terdengar klise tapi orang Nepal dapat menjadi orang-orang paling ramah yang pernah kamu temui. Namaste merupakan bentuk saling salam antara satu sama lain di Nepal, berarti dalam bahasa Sanskerta yang berarti “the divine in me bows to the divine in you“.

namaste1.jpg

Nepal adalah negara dan rumah bagi beragam agama, ras, suku, dan budaya. Nepal memiliki lebih dari 100 kelompok etnis dan bahasa. Sangat menarik untuk mengetahui bagaimana semua kelompok orang yang berbeda ini menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka dengan cara mereka sendiri. Masyarakat Nepal dengan sejumlah kelompok etnisnya tinggal di pegunungan yang tidak mudah diakses oleh dunia luar, pendatang dapat berinteraksi dengan mereka dimana waktu dan modernitas tiada berpengaruh bagi kehidupannya. Lembu membajak tanah, pandai besi menggunakan tangannya untuk membuat peralatan yang dibutuhkan oleh penduduk desa, makanan disiapkan di dalam Chulo, oven kayu Nepal yang terbuat dari lumpur.

Mengunjungi desa-desa Nepal terasa seperti mengunjungi museum sejarah terbuka. Selain itu, bila mendatangi kota-kota besar, kehidupan modern Nepal bercampur dengan tradisi kuno yang utamanya terasa selama berlangsungnya festival. Apabila berjalan melewati lorong-lorong kecil Kathmandu atau Bakhtapur Durbar Square akan tampak penjual barang kerajinan, rempah-rempah, tembikar, olahan organik pegunungan Himalaya, dan ragam pakaian etnik akan memberikan suasana pasar yang hidup dan hangat. Utamanya bagi masyarakat yang terbiasa tinggal di kota-kota besar, berada di Nepal membuat diri seperti dilemparkan kembali dalam bentangan sejarah dan keindahan alam yang eksotik. Keindahan lingkungan yang begitu anggun.
Ketika kamu bertemu orang-orang Nepal mereka mungkin akan bertanya; “Apakah Anda sudah minum teh?” Atau “Apakah Anda sudah makan siang?”, alih-alih bertanya “Bagaimana kabarmu?”. Namun, tujuan utamanya adalah untuk mengetahui kabar kesehatanmu. Jadi, jika kamu menjawab dengan jujur bahwa kamu belum makan ataupun meminum teh, maka kemungkinan besar kamu akan diundang ke tempat mereka untuk diajak mengobrol dan saling berbincang. Cara terbaik untuk bertemu dengan orang-orang Nepal adalah saat melakukan trekking, berjalan-jalan di kota-kota dan dalam suatu rangkaian perjalanan. Bahkan, pemerintahan Nepal mendukung terciptanya perekonomian lokal masyarakatnya. Di beberapa daerah telah menjadi kultur bagi pendatang untuk tinggal di pondokan keluarga lokal Nepal untuk bersama-sama mengenal dan berkegiatan dengan mereka, mencintai satu sama lain, dan mencintai lingkungan tempat kita berpijak. 🙂

Listen to the night wind in trees,
Listen to the summer grass singing;
Listen to the time that’s tripping by,
And the dawn dew falling.
Listen to the moon as it climbs the sky,
Listen to the pebbles humming;
Listen to the mist in the trembling leaves,
And the silence calling.

Ruskin Bond

479

Berikutnya akan diulas mengenai etnis Sherpa pegunungan Himalaya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s